• Maret 5, 2024

Demonstrasi Dokter di Korea dan Indonesia, Apa Perbedaan Tuntutannya?

Unjuk rasa besar-besaran dokter di Korea slot777 Selatan terhadap Minggu, 3 Maret 2024. Demonstrasi ini tersebab perselisihan berkenaan penambahan kuota mahasiswa kedokteran oleh pemerintah. “Sekitar 20.000 dokter diperkirakan mengambil anggota dalam demonstrasi tersebut,” menurut info Asosiasi Medis Korea (KMA). Aksi demonstrasi para dokter itu di anggota barat Seoul.

Demonstrasi dokter terhitung dulu terjadi di Indonesia nyaris setahun silam. Bedanya dengan unjuk rasa di Korea, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menolak RUU Kesehatan. Unjuk rasa penolakan Rancangan Undang Undang atau RUU Kesehatan Omnibus Law itu disiarkan segera lewat akun Instagram @ikatandokterindonesia. Massa yang terdiri atas dokter, perawat, apoteker dan tenaga kebugaran lain mengenakan busana serba putih.

Demonstrasi Dokter di Korea dan Indonesia

1. Demonstrasi Dokter di Korea Selatan

Demonstrasi dokter di Korea memprotes pemerintah yang menambah tekanan terhadap para dokter yang melakukan aksi mogok. Mengajukan tuntutan pidana terhadap beberapa mantan pejabat KMA. Aksi ini terhitung menyusul tindakan pihak Kepolisian Seoul terhadap Jumat, 1 Maret 2024 yang menggerebek tempat tinggal kantor pejabat KMA.

Kepolisian Seoul menuding pejabat KMA mendorong para dokter peserta pelatihan untuk meninggalkan pekerjaannya dan mendukung pemogokan. KMA menilai tindakan berikut sebagai peringatan, pemerintah bakal mengambil tindakan hukum kalau pemogokan konsisten berlanjut. Padahal, pemogokan berikut lantaran pemerintah setempat tidak memiliki terobosan di tengah meningkatnya risiko problem medis yang besar.

Pada Kamis, 29 Februari 2024, pemerintah udah mengajukan keinginan terakhir kepada para dokter junior untuk kembali bekerja. Mereka bakal hadapi hukuman, terhitung penangguhan izin kalau tak bersedia mematuhi.

Imbauan pemerintah tidak sukses menyebabkan dokter peserta pelatihan dan residen kembali ke tempat tinggal sakit. Sampai Kamis sore, cuma 6 prosen atau 565 berasal dari 9.510 dokter yang mogok udah kembali bekerja.

Menanggapi perselisihan tersebut, Asosiasi Medis Dunia mengeluarkan pernyataan, konsep pemerintah sebagai ketentuan sepihak yang secara drastis menambah penerimaan mahasiswa kedokteran. Itu ditunaikan tanpa bukti yang paham dan kurangnya konsultasi dan konsensus dengan kelompok ahli.

Kementerian Kesehatan Korea Selatan membantah klaim tersebut. Pernyataan berikut cuma mewakili pendapat sepihak para dokter Korea. Mereka terhitung menegaskan, pihaknya udah melakukan lebih berasal dari 130 kali percakapan dengan para pekerja medis.

Serikat Kesehatan dan Medis Korea menyuarakan keprihatinan berkenaan kesenjangan sarana kebugaran yang makin meningkat. Penolakan kolektif terhadap perawatan medis oleh para spesialis udah mengancam nyawa pasien, gara-gara tidak bisa ditunaikan pas waktu.

2. Demonstrasi Dokter di Indonesia

Pada Senin, 8 Mei 2023, tenaga kebugaran Indonesia melakukan unjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Monas, Jakarta. Aksi ini ditunaikan untuk menolak Rancangan Undang Undang (RUU) Kesehatan Omnibus Law.

Kelompok yang tergabung dalam demo itu terdiri atas 5 organisasi profesi kesehatan, yakni Ikatan Dokter Indonesia, Persatuan Dokter Gigi Indonesia, Persatuan Perawat Nasional Indonesia, Ikatan Apoteker Indonesia, dan Ikatan Bidan Indonesia.

Kementerian Kesehatan mempersilakan organisasi profesi untuk melakukan aksi unjuk rasa penolakan Omnibus Law RUU Kesehatan terhadap Senin, 8 Mei 2023. Meski begitu, para dokter diimbau untuk membatalkan konsep mogok kerja massal.

Juru berkata Kementerian Kesehatan Mohammad Syahril terhitung mengkritik tuntutan aksi demo yang menyebut RUU Kesehatan berpotensi mempidanakan tenaga kesehatan.

“Janganlah kami memprovokasi seolah-olah ada kriminalisasi, itu tidak benar. Justru, RUU Kesehatan ini menambah perlindungan baru terhitung berasal dari usaha kriminalisasi,” kata Syahril.