• Februari 22, 2024

Fakta-fakta Menarik Game Tetris, Salah Satunya Pernah Buat Soviet Marah

Tetris adalah permainan jadul yang amat lucky neko pg soft terkenal kira-kira th. 1980-an dan 1990-an, bahkan hingga hari ini. Berbeda bersama dengan game terhadap biasanya yang mempunyai desain gambar mewah, tetapi Tetris cuma mengandalkan pembawaan yang simpel dan gampang diingat banyak orang.

Permainannya pun tidak begitu rumit. Hanya mesti memutar potongan teka teki bersifat balok terhadap layar untuk mengakibatkan satu garis secara penuh baik horizontal atau vertikal. Semakin banyak garis penuh yang sukses dihilangkan, maka nilai yang diperoleh dapat semakin tinggi. Sangat mudah, dan tidak tersedia batas waktu.

Fakta unik dari Tetris adalah yang permainannya tidak rumit itu, ternyata memiliki kandungan cerita dibaliknya. Mulai dari pertolongan nama yang mempunyai makna unik hingga perebutan lisensi game.

Dilansir dari Live Science, Jumat (9/6), didalam novel grafis nonfiksi berjudul “Tetris: The Games People Play”, penulis dan ilustrator, Box Brown, menyatukan potongan-potongan teka-teki di balik histori game ‘Tetris’.

Pemilihan NamaSiapa yang sangka bahwa ada arti unik dibalik nama Tetris. Game ini adalah kreasi seorang insinyur perangkat lunak pencinta teka-teki bernama Alexey Pajitnov, yang bekerja untuk Pusat Komputasi Dorodnitsyn dari Akademi Ilmu Pengetahuan Soviet. Pada th. 1984, ia menciptakan “Tetris” hanya untuk bersenang-senang, bukan untuk komersial.

Pajitnov membawa dampak Tetris yang terinspirasi dari game puzzle “pentomino,” di mana game ini memuat potongan wujud kayu berbeda dirakit didalam sebuah kotak. Dari sana ia membayangkan wujud seperti itu jatuh dari atas dan jadi membawa dampak game versinya sendiri dengan mengadaptasi wujud jadi tiap-tiap empat kotak.

Nama Tetris, dia ambil dari memadukan kata Latin “tetra” yang adalah “empat,” untuk setiap empat kotak dari potongan teka-teki, dan “tenis,” permainan favorit Pajitnov.

Tetris Keluar MoskowKetika Pajitnov mulai sharing permainan bersama teman kerjanya, mereka mulai dan konsisten memainkan game itu. Para pemain awal game ini menyalin dan membagikan “Tetris” pada floppy disk, dan permainan bersama cepat menyebar ke seluruh Moskow.

Ketika Pajitnov mengirim salinan ke seorang kolega di Hongaria, itu berakhir dipajang di dalam pameran perangkat lunak di Institut Teknologi Hongaria, di mana itu jadi perhatian Robert Stein, pemilik Andromeda Software Ltd,.

Stein langsung mencari Pajitnov di Moskow, tapi pada akhirnya nasib permainan terdapat di tangan agensi Soviet baru, Elektronorgtechnica (Elorg), yang dibuat untuk mengawasi distribusi asing perangkat lunak buatan Soviet.

Hingga akhirnya, Elorg melisensikan permainan itu kepada Stein, yang kemudian melisensikannya ke distributor di AS dan Inggris. Membuat game ini jadi perangkat lunak pertama yang dibuat di Uni Soviet yang dijual di Amerika.

Pertengkaran LisensiPerjanjian Stein bersama Elorg mencakup lisensi Tetris yang hanya untuk computer pribadi, bukan mesin yang dioperasikan bersama koin atau perangkat genggam.

Tetapi tanpa pengetahuan Elorg, Stein melaksanakan lisensi bersama distributor Inggris Mirrorsoft dan menjelaskan bahwa kedepannya, Tetris mampu dioperasikan pada perangkat genggam. Hingga Mirrorsoft melanjutkan kesepakatan lisensi bersama perusahaan game Atari dan Sega di Jepang untuk wujud arcade dan konsol home-gaming.

Perjanjian ini akhirnya diketahui Elorg, saat Henk Rogers berasal dari BulletProof Software, yang termasuk menyaksikan perjanjian lisensi Tetris di Jepang, bersua bersama salah satu pejabat Elorg di Moskow. Mereka membahas perihal lisensi Tetris yang bakal masuk ke sistem hiburan perangkat genggam Nintendo lewat perangkat Game Boy.

Soviet marah, tapi Rogers menegaskan bahwa itu bakal terlalu menguntungkan. Pada akhirnya Elorg sepakat bahwa Rogers mampu mengamankan hak genggam Tetris untuk Nintendo. Menjadikan setiap Game Boy yang dijual Nintendo miliki salinan game Tetris.

Tetris Mengubah Kehidupan PenciptanyaTahun 1996, kala Elorg dibubarkan, Rogers ulang ke Moskow untuk mengembalikan kepemilikan permainan Tetris kepada orang yang menciptakannya, Pajitnov. Dalam prosesnya, “Tetris” secara tidak mengerti mengambil alih kehidupan Pajitnov dan jadi anggota berasal dari dirinya.

Seperti di dalam novel “Tetris: The Games People Play”, Brown menyaksikan bahwa ini adalah hubungan lazim pada seniman dan karyanya. “Kamu sebabkan sesuatu untuk orang lain, dan itu jadi populer. Begitu nampak ke dunia, itu mampu didefinisikan ulang oleh orang lain dan jadi sesuatu yang serupa sekali berbeda. Inilah yang terjadi pada Tetris,” tulis Brown.