• Januari 19, 2024
Hypercasual Genre

Hypercasual Genre Game Paling Banyak Didownload, Tapi Terlaris Nggak?

Menurut kalian apa genre game yang paling digandrungi orang-orang terhadap tahun 2023? Kalau jawabannya action dikarenakan kalian pikir judul-judul layaknya Mobile Legends, Free Fire, atau PUBG Mobile begitu populer, tentu keliru besar.

Laporan yang diterbitkan oleh data.ai tidak tunjukkan hal itu. Bahkan sepertinya genre satu ini asing di telinga gamer, mengingat yang biasa terdengar layaknya sports, simulation, puzzle, racing, atau action tadi.

Seperti dilihat, Kamis (18/1/2024) knowledge yang dibeberkan menampilkan bahwa hypercasual menjadi genre game paling banyak didownload di dunia setelah itu disusul dengan permainan dari situs https://pdiperjuangandenpasar.com/. Namun jikalau dirinci per wilayah, cuma di China dan Korea Selatan genre ini tidak sanggup berkuasa.

Role playing game (RPG) menjadi genre paling banyak diunduh di dua negara tersebut. Lalu sub genre yang mendominasi ialah Fantasy MMORPG, multiplayer online battle arena (MOBA), party royale, dan idle RPG.

Padahal kuantitas download game hypercasual telah mengalami penurunan 7,5 persen dibandingkan tahun lalu. Namun genre lain masih belum sanggup juga melengserkannya berasal dari tahtanya itu.

Bila datanya termasuk semua negara di dunia, Thief Puzzle menjadi game hypercasual yang paling banyak diunduh. Diikuti oleh Attack Hole, dan My Perfect Hotel di peringkat ketiga.

Sedangkan apabila fokus di Indonesia, Brain Out yang memperoleh hati gamer di Tanah Air. Peringkat keduanya Clackers Master: Latto Latto, dan ketiga diisi oleh Boba DIY: Tasty Bubble Tea.

Meski menjadi genre game paling banyak didownload, bukan bermakna menjadi yang terlaku. Ternyata banyak gamer yang menghabiskan uangnya di RPG dan strategy.

Tiga game paling atas yang berhasil meraup untungkan berasal dari pemainnya ialah Evony, Lineage M, dan Honkai: Star Rail. Itu di dunia, jikalau di Indonesia, gelar berikut diambil alih oleh Rose of Kingdoms, Mobile Legends, dan Ragnarok Origin.

Salah satu pengembang dan publisher game ternama di Indonesia pun menambahkan tanggapannya. Cipto Adiguno, Chief of Strategy Agate, bilang jikalau di situ hypercasual cuma besar di kuantitas unduhan bukan di monetisasinya.

Oleh dikarenakan itu, genre berikut tidak masuk ke dalam trik perusahaannya. Cipto mengungkapkan, jikalau Agate lebih menargetkan model monetisasi tinggi daripada cuma kuantitas download.

“Kenapa gitu? Target partner dan audience kami itu adalah mereka yang butuh konten terus-terusan, dan mereka baru sanggup membuat konten kala mereka sanggup monetize kan. Kalau membuat product atau membuat game nggak tersedia duitnya, mereka juga ‘ah nggak sanggup konten lagi deh’,” kata Cipto kala ditemui di Kantor Agate, Bandung (16/1).

Malah Cipto lebih tertarik bersama dengan game RPG. Menurutnya genre ini lebih menarik dikarenakan duduki posisi pertama bersama dengan monetisasi tinggi.

“Karena mereka monetisasinya duitnya banyak, sanggup dapetin duitnya banyak dan mereka tentu butuh konten lagi,” pungkasnya.

Cipto menambahkan, biasanya tim internal perusahaan yang game monetisasinya telah besar, bakal lebih fokus bersama dengan pengembangan game baru. Sementara untuk melanjutkan game yang money maker ini, mereka bekerja mirip bersama dengan pihak luar untuk membawa dampak konten lanjutannya.