• Februari 2, 2024
Publisher Game Wajib Berbadan Hukum, Kominfo

Publisher Game Wajib Berbadan Hukum, Kominfo: Kalau Tidak, Diblokir!

Publisher game yang beroperasi di Indonesia diwajibkan untuk miliki badan hukum. Jika tidak, maka Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bakal memblokir game tersebut.

Hal ini mengacu terhadap keputusan game yang bakal diterbitkan oleh Kementerian Kominfo. Seperti disampaikan Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Dirjen Aptika) Kementerian Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan, publisher game diwajibkan miliki badan hukum.

“Terkait Permen game, di game itu kami membangun sebuah sistem, itu ada tiga aktornya, yaitu developer, ini tidak kami atur. Kalau game sudah jadi, kan kudu diterbitkan agar sanggup diakses, ada pembayaran segala macam. Nah, publisher-nya kudu ada PT Indonesia, itu cocok keputusan yang ada,” ujar Semuel di Kantor Kementerian Kominfo. Selain itu, di artikel ini kami juga akan sedikit membahas tentang permainan judi online yang tersedia di link situs olympus slot

Publisher game ini bertanggungjawab untuk mengklasifikasi game yang bakal dirilisnya. Jika tidak cocok dengan umur yang tercantum, seperti game untuk umur 13 tapi ada konten 18 tahun, maka publisher game tersebut dikenakan denda.

“Kemudian ada rating. Setiap game itu kudu ada rating. Nanti ada badan rating, kami juga bakal menambahkan pedoman untuk organisasi yang inginkan me-rating game. Kan game ada batasan umurnya, merasa berasal dari seluruh umur, untuk umur 13, 18, dan seterusnya. Nah, itu ada ketentuannya,” sambungnya.

Untuk badan rating game di Indonesia, disampaikan Semuel, bakal diserahkan kepada pihak ketiga. Hal ini agar ekosistem di industri game Tanah Air terjadi baik.

Saat ini keputusan game yang bakal tertuang di dalam Peraturan Menteri Kominfo itu sudah rampung dan sedang didaftarkan ke Kementerian Hukum dan HAM.

“Kalau tidak terdaftar di sini, publishernya tidak miliki berbadan hukum di sini, ya game yang ada di situ saya blokir. Kan kami inginkan bangun ekonomi digital, kami tidak berkenan jadi penonton. Ayo kami bangun bareng-bareng,” ungkap Semuel.

Semuel mengatakan sebelumnya keputusan game ini sudah lewat konsultasi publik. Adapun regulasi ini bakal menggantikan Peraturan Menteri Kominfo Nomor 11 Tahun 2016 mengenai Klasifikasi Permainan Interaktif Elektronik yang mengacu ke Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2021.

“Harusnya bulan depan sudah ada. Kalau di kalangan gamers sudah terhadap tahu, makanya saya sharing sama media, mereka juga turut nyusun,” pungkas dia.