• Februari 7, 2024

Sejarah Need for Speed: Game Balap yang Terus Menolak Tua

Need for Speed tetap berevolusi bersamaan berjalannya waktu

Menyebut nama Need for Speed pasti mengingatkan banyak gamer pada salah satu franchise game balap mobil arcade paling baik yang dulu ada. Bisa dibilang judul game balap andalan Electronic Arts (EA) ini menjadi salah satu yang paling mampu beradaptasi bersama dengan pertumbuhan zaman.

Hampir di tiap tiap generasi, para gamer akan mengenal salah satu judul game ini yang tetap berevolusi sejak dirilis pertama kali pada 1994. Dalam perkembangannya, Need for Speed juga udah lebih dari satu kali berganti studio pengembang, membuat seri ini juga tetap beralih bersamaan bersama dengan para pengembangnya.

Di umurnya yang hampir meraih tiga puluh tahun, Need for Speed menjadi salah satu franchise game balap yang paling lama eksis. Namun tidak sama bersama dengan judul game balap lainnya, Need for Speed tetap menolak menjadi tua. Berikut adalah sejarah berliku berasal dari seri game balap Need for Speed.

Era Awal Need for Speed (1994-1997)

Di awal pengembangannya, game pertama Need for Speed cuman kolaborasi bersama dengan majalah Road and Track. Tujuannya untuk menghadirkan sebuah game balap yang berfokus menghadirkan pengalaman mengemudi virtual yang autentik.

Kesuksesan game pertamanya membuat EA percaya untuk mengembangkan seri keduanya. Need for Speed II dirilis pada 1997 bersama dengan beraneka peningkatan berasal dari seri aslinya, terlebih berasal dari aspek pilihan mobil yang pada game ini semakin banyak dan juga mewah.

EA juga menentukan untuk membuat handling berasal dari mobil-mobilnya menjadi lebih “arcade” berasal dari sebelumnya, bersama dengan target sehingga game Need for Speed seterusnya tersebut mampu dinikmati oleh lebih banyak pemain.

Hadirnya kejar-kejaran polisi (1998-2002)

Setelah semakin banyak yang menggemari seri balapan jalanan mereka, EA pun kelanjutannya menyuntikkan elemen baru pada seri ketiganya, yaitu polisi. Need for Speed III: Hot Pursuit menjadi game pertama dalam serinya yang memasukkan komponen penegak hukum tersebut.

Balapan yang dikerjakan para pemain kini semakin menantang dikarenakan polisi kapan saja mampu nampak dan mengusik pemain. Namun di segi lain pemain juga berkesempatan untuk menjadi polisi dan menangkap para pembalap liar.

Baca Juga: https://alinalist.com/football-manager-will-still/

Setelahnya, EA merilis lebih dari satu game bersama dengan elemen kejar-kejaran polisi seperti Need for Speed: High Stakes (1999) dan Need for Speed: Hot Pursuit 2 (2002). EA juga sempat membuat game balap eksklusif untuk satu brand, yaitu Need for Speed: Porsche Unleashed pada th. 2000.

Memasuki dunia balap liar ilegal (2003-2007)

Setelah bertahun-tahun bertahan bersama dengan rancangan balap jalanan yang elegan, EA menyita cara besar bersama dengan membuat perubahan tema game-nya menjadi balap liar ilegal. Kepopuleran film Fast and Furious membuat EA percaya tema ini akan digemari.

EA pun merilis Need for Speed: Underground pada 2003 yang kini ditangani oleh studio EA Blackbox. Tidak cuma tema, tetapi EA juga merombak hampir seluruh aspek dalam game-nya menjadi berasal dari mode balapan hingga pilihan mobilnya.

Banyak gamer yang menyukai game-game Need for Speed pada jaman ini juga dikarenakan kehadiran fitur kustomisasi yang lengkap, terlebih pada penampilan fisik mobilnya. Mulai berasal dari bumper, livery, hingga neon, para pemain mampu membuat mobil favoritnya mendapat sentuhan yang personal.

Polisi mulanya absen pada dua instalasi Underground tetapi kelanjutannya kembali nampak pada Need for Speed: Most Wanted di 2005. Selain itu, Need for Speed juga membuat lompatan besar bersama dengan menghadirkan cerita naratif. Beberapa aspek tadi seakan menjadi ciri khas baru bagi seri Need for Speed yang kelanjutannya akan diingat hingga sekarang.

Pencarian jati diri baru (2008-2011)

Setelah tetralogi Underground ditutup bersama dengan Need for Speed: Carbon, EA dan studio Blackbox menjadi butuh laksanakan evolusi baru. Maka berasal dari itu, mereka coba beralih berasal dari balap liar ilegal lewat Need for Speed: ProStreet pada 2008.

Sayangnya, perubahan ini ternyata tidak disambut bersama dengan baik oleh para fans, yang kelanjutannya membuat EA coba kembali ke balap liar bersama dengan Need for Speed: Undercover pada 2009. Namun perihal tersebut ternyata masih belum mampu mengembalikan minat para fans.

EA pun kelanjutannya menjadi harus menjadi mengalihkan pengembangan seri Need for Speed ke studio lain. Hasilnya, EA menggandeng Slightly Mad Studios untuk membuat Need for Speed: Shift pada 2009 yang jadi berfokus pada balap simulasi, dan juga Criterion Games untuk membuat remake berasal dari seri legendaris mereka Need for Speed: Hot Pursuit pada 2010.

Kesempatan eksperimen paling akhir Blackbox hadir bersama dengan Need for Speed: The Run pada 2011 yang mempunyai segi sinematik dan naratif game-nya ke level yang baru, bersama dengan fokus penuh pada cerita berasal dari balapan yang terjadi berasal dari San Francisco ke New York. Sayangnya, game ini jadi mendapat respons jauh lebih tidak baik daripada dua instalasi sebelumnya.

Mencoba menjadi game arcade sepenuhnya (2012-2013)

Dengan gagalnya kesempatan paling akhir Blackbox, maka EA secara resmi mengimbuhkan kendali pengembangan Need for Speed kepada Criterion Games. Kesuksesan Hot Pursuit pada 2010 membuat EA percaya bahwa studio pengembang seri game Burnout ini mampu mengimbuhkan pengalaman baru yang segar kepada para fans.

Sayangnya ini tidak terjadi sesuai harapan EA, dikarenakan game mereka seterusnya mempunyai kontroversi lumayan besar bagi para fans. Pada th. 2012, Criterion Games mempunyai nama besar Need for Speed: Most Wanted tetapi bersama dengan gameplay yang jadi lebih serupa bersama dengan Burnout Paradise.

Dengan gagalnya Most Wanted milik Criterion, EA pun kembali beralih anggapan dan meminta Ghost Games untuk mengembangkan game baru mereka bersama dengan Criterion Games. Hasilnya, pada 2013 ke-2 developer tersebut menghadirkan Need for Speed: Rivals yang miliki rancangan serupa bersama dengan Hot Pursuit tetapi bersama dengan lebih dari satu peningkatan.

Reboot series kembali ke jaman keemasan (2015-2019)

Setelah hasil yang belum memenuhi ekspektasi, EA menentukan untuk meliburkan seri Need for Speed dan meminta Ghost Games untuk me-reboot serinya menjadi apa yang dicintai oleh para fansnya selama ini.

Hasilnya, pada 2015 Need for Speed diluncurkan. Game ini menggunakan rancangan ala Underground bersama dengan balapan di malam hari dan modifikasi mobil yang mendalam. Yang ternyata memang berhasil untuk memenuhi harapan para fans.

Setelahnya, Ghost Games pun mengembangkan seri seterusnya yang kini berselang dua tahun. Pada 2017 mereka menghadirkan Need for Speed Payback yang memperkenalkan balapan off-road, dan juga Need for Speed Heat pada 2019 yang membagi game ke siang dan malam hari.

Sayangnya, pada 2020 EA menentukan untuk menarik pengembangan seri Need for Speed berasal dari Ghost Games dan kembali ke Criterion Games. Kali ini, Criterion juga dibantu oleh Codemasters yang baru saja diakuisisi oleh EA.

Menjadi proyek yang vital bagi ke-2 studio, Criterion Games dan Codemasters jelas bahwa mereka tidak mampu bermain aman bersama dengan seri Need for Speed selanjutnya. Maka berasal dari itu, mereka mengembangkan segi unik bagi game terbarunya yang terinspirasi berasal dari grafiti dan animasi cel shading.

Konsep yang berani pada Need for Speed Unbound ini memang mendatangkan respons yang banyak variasi berasal dari para fans. Banyak yang menyukai rancangan segar dan unik ini, tetapi tidak sedikit juga yang mengkritik bahwa rancangan ini terlampau berlebihan dan kekanak-kanakan.

Masa depan Need for Speed

Hingga artikel ini diangkat, EA masih belum memberitakan bagaimana jaman depan berasal dari Need for Speed ke depannya. Developer Criterion Games kelihatannya masih akan mengimbuhkan update konten untuk Need for Speed Unbound sembari mengembangkan seri Need for Speed yang berikutnya.