• Desember 15, 2023
mafia bola tertangkap

Tangkap Mafia Bola Polri Dapat Dukungan Dari Presiden Jokowi

Jakarta Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengapresiasi usaha Polri didalam memberantas judi online didalam sepak bola. Jokowi menghendaki Polri konsisten memberantas mafia-mafia bola supaya dunia sepak bola Indonesia sungguh-sungguh bersih berasal dari praktek curang.

“Kemarin pas ditangkap oleh Polri yang mengenai bersama dengan bersama dengan bola dan judi online, aku kira ini benar-benar bagus. Jangan berhenti di sini, diteruskan supaya sungguh-sungguh bola bersih,” kata Jokowi usai mengakses Ekspansi PT Smelting di Kawasan PT Smelting, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Kamis (14/12/2023).

Dia menekankan pentingnya sepak bola yang bebas berasal dari mafia supaya transformasi sepak bola di Indonesia bisa terwujud. Jokowi meyakinkan transformasi persepakbolaan Indonesia dapat bergerak maju lebih baik lagi kala tindak pengaturan skor dan permainan didalam pertandingan dihilangkan.

“Sehingga sungguh-sungguh bola bersih, permainannya fair, itulah yang nanti dapat transformasi sepak bola di Indonesia dapat terjadi. Tidak ada pengaturan skor, tidak ada permainan duit di didalam pertandingan, itu yang dapat menggerakkan transformasi persepakbolaan Indonesia,” menyadari Jokowi.

“Kalau ini enggak selesai jangan menghendaki sepak bola kami dapat naik levelnya walau kala ini sudah menjadi baik,” sambung dia. Sebelumnya, Satgas Antimafia Bola Polri sudah memberitakan dua tersangka baru berinisial VW dan DR buntut sangkaan match fixing di Liga 2 pada November 2018.

Sebelum VW dan DR, Satgas Antimafia Bola Polri sudah mengambil ketetapan enam tersangka kasus dugaan pengaturan skor di Liga 2. Keenamnya terdiri berasal dari empat wasit dan dua perantara suap. Masing-masing berinisal K selaku laison officer (LO) dan A selaku kurir pengantar uang. Selain itu, M sebagai wasit tengah, P asisten wasit 1, R asisten wasit 2, dan A wasit cadangan.

Erick Thohir Apresiasi Langkah Tegas Presiden Jokowi dan Kapolri Sikat Habis Mafia Bola

Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir meyakinkan seumpama usaha pemberantasan mafia sepak bola kini sudah memasuki babak baru sesuai bersama dengan bersama dengan harapan berasal dari Presiden Joko Widodo.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo benar-benar percaya bahwa sepak bola Indonesia dapat menjadi baik bersama dengan bersama dengan kompetisi yang bersih dan berprestasi, dan terhitung menjadi keliru satu yang paling baik di Asia Tenggara, Asia, apalagi dunia nantinya.

Mantan presiden Inter Milan itu mengucapkan terimakasih atas keseriusan Presiden Jokowi dan Kapolri didalam mendorong pengungkapan Mafia Bola. Erick meyakinkan bahwa pengungkapannya tanpa pandang bulu.

“Apresiasi tinggi kepada Presiden Jokowi dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang membuktikan bahwa pemerintah tak pandang bulu pada mafia sepak bola. Jika dahulu ada yang menanggap mafia sepak bola sebagai sosok yang susah disentuh, hari ini dibuktikan oleh apartur hukum bahwa seluruh pelaku sudah dan dapat disikat habis,” ujar Erick didalam keterangannya.

“Dari sisi transparansi, kami bisa menyaksikan bagaimana aparatur hukum tidak pandang bulu. Saat ada bukti, maka siapa saja yang terperangkap dapat dihukum secara tegas,” ujar Erick. Lebih jauh Erick mengutarakan bahwa untuk mewujudkan harapan Presiden, Gianni Infantino, dan fans sepak bola Indonesia itu, maka PSSI dan Polri sudah membentuk Satgas Anti Mafia Bola Polri.

Baca Juga : Tips Cara Menghilangkan Bau Kaki Mudah dan Murah, Yuk Cobain!

Kemudian ditambah oleh Satgas Anti Mafia Bola Independen sebagai pendampingan. “FIFA dan pemerintah menginginkan mendorong sepak bola Indonesia tidak terindikasi terdapatnya pengaturan skor,” kata Erick.

Dia menambahkan, “Kapolri selamanya ingatkan kepada aku supaya dinamika yang berlangsung di suporter terhitung harus kami jaga supaya keamanan terjamin dan suporter bisa pulang ke tempat tinggal bersama dengan bersama dengan selamat,” tuturnya.

Erick pun meyakinkan bahwa kerja mirip PSSI bersama dengan bersama dengan Polri berlangsung bersama dengan bersama dengan benar-benar baik, terbukti didalam penyelenggaraan Piala Dunia U-17 2023 lalu yang berlangsung aman.

“Ini membuktikan bahwa kami bisa dan ke depannya penyelenggaraan event internasional bisa konsisten berkelanjutan sesuai harapan Presiden Jokowi. Terima kasih atas atensi dan pertolongan Kapolri, terhitung pertolongan berasal dari satgas anti mafia bola,” kata Erick.

Sementara itu, Kapolri membuktikan bahwa cara yang sudah dilakukan Satgas Anti Mafia Bola Polri ini merupakan usaha menggerakkan kebijakan Presiden Jokowi yakni membangun iklim sepak bola yang baik dan kondusif.